Senin, 19 Februari 2024

The Fed: Suku Bunga Capai Puncaknya Pada 5,4 Persen

Baca Juga

Financialpost.ID – Dalam penutupan pasar pada Kamis (14/12/2023), mata uang rupiah ditutup menguat 158 point walaupun sebelumnya sempat menguat 165 point dilevel Rp15.502 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.660.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan untuk perdagangan Jumat, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp15.470 – Rp15.710.

“The Fed mengatakan bahwa suku bunga kini telah mencapai puncaknya pada 5,4%, dan bank sentral akan menurunkan suku bunga setidaknya tiga kali pada tahun 2024 menjadi 4,6%,” ujarnya.

Baca juga: Ketidakpastian The Fed, Rupiah Ditutup Melemah Dilevel Rp15.554

Ketua Fed Powell mengatakan meskipun terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas inflasi, ia masih memproyeksikan prospek inflasi yang lebih rendah pada tahun 2023.

Ibrahim mengungkapkan, sinyal dovish The Fed memicu meningkatnya spekulasi mengenai kapan bank tersebut akan mulai menurunkan suku bunganya.

“Harga dana berjangka Fed menunjukkan bahwa para pedagang memperkirakan kemungkinan lebih dari 70% The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret 2024. Pedagang juga mempertimbangkan peluang 67% untuk penurunan 25 basis poin lagi di bulan Mei,” ujarnya.

Namun ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga kemungkinan akan mengurangi optimisme dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena kekuatan ekonomi AS masih dapat memicu peningkatan inflasi.

Ia menambahkan, data terkini menunjukkan inflasi indeks harga konsumen tetap stabil di bulan November, sementara pasar tenaga kerja juga tetap kuat.

Di Asia, pasar sekarang menunggu isyarat ekonomi lebih lanjut mengenai Tiongkok dari data produksi industri dan penjualan ritel yang dirilis pada hari Jumat, setelah serangkaian pembacaan yang mengecewakan di bulan November.

Setelah data inflasi yang lemah awal pekan ini, pembacaan pada hari Rabu menunjukkan kelemahan yang terus-menerus dalam aktivitas pinjaman dan tingkat likuiditas lokal.

Data tersebut mendorong lebih banyak seruan untuk langkah-langkah stimulus dari Beijing, meskipun pemerintah tetap konservatif dalam memberikan lebih banyak dukungan fiskal.

Baca juga: Ketidakpastian The Fed, Rupiah Ditutup Melemah Dilevel Rp15.554

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru