Senin, 19 Februari 2024

Pekan Kedua, BI Catat Aliran Modal Asing Rp6,82 Triliun

Baca Juga

Financialpost.ID – Bank Indonesia (BI) mencatat pada kedua Desember 2023, aliran modal asing masuk atau capital inflow ke Indonesia senilai Rp6,82 triliun.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI periode 11 Desember hingga 14 Desember 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp6,82 triliun.

Baca juga: Moncer! Aliran Modal Asing RI Masuk Rp15,92 Triliun

Aliran modal asing di kedua pertama Desember 2023, mencatatkan aliran modal asing masuk di pasar Surat Berharga Negara (SBN), pasar saham, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menuturkan di Jakarta, Jumat bahwa nilai tersebut terdiri dari modal asing masuk bersih ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp3,98 triliun dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp2,50 triliun serta di pasar saham senilai Rp0,34 triliun.

Dalam periode 1 Januari sampai dengan 14 Desember 2023 modal asing masuk bersih ke pasar SBN sebesar Rp76,66 triliun dan di SRBI Rp45,35 triliun. Namun, ada modal asing keluar bersih dari pasar saham sebesar Rp17,56 triliun.

Lebih lanjut ia menuturkan premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun per 14 Desember 2023 sebesar 68,24 basis poin (bps), turun dibandingkan per 8 Desember 2023 yang tercatat sebesar 72,85 bps.

Selain itu, nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp15.500 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat (15/12), dibandingkan posisi di penutupan perdagangan Kamis (14/12) Rp15.655 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS melemah ke level 101,96 di akhir perdagangan Kamis (14/12).

Imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun turun ke 6,59 persen. Demikian juga dengan imbal hasil surat utang AS alias US Treasury Note tenor 10 tahun yang melemah ke level 3,921 persen.

BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait sekaligus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dalam mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6%

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru