Senin, 19 Februari 2024

BPS: Surplus Neraca Perdagangan Capai US$ 2,41 Miliar

Baca Juga

Financialpost.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada November 2023 surplus sebesar US$2,41 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan RI surplus selama 43 bulan berturut-turut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus November 2023 ini menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Nilai itu juga lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2022.

Baca juga: Anggaran Tahunan BI Diproyeksikan Surplus Rp27,19T Tahun Ini

“Pada November 2023 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$2,41 juta atau turun sebesar US$1,06 miliar secara bulanan,” ujar Pudji dalam konferensi pers Jumat, 15 Desember 2023.

Ia menambahkan, surplus neraca perdagangan barang November kali ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas sebesar 4,62 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, kemudian besi dan baja.

Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit 2,21 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang devisa adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Secara kumulatif hingga November 2023, total surplus neraca perdagangan barang Indonesia mencapai 33,63 miliar dolar AS atau lebih rendah 16,91 miliar dolar AS (33,46 persen) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada November 2023, Indonesia mengalami surplus perdagangan barang dengan beberapa negara di mana tiga terbesar di antaranya adalah India sebesar 1,54 miliar dolar AS, Amerika Serikat sebesar 1,25 miliar dolar AS, dan Filipina 0,79 miliar dolar AS.

Surplus terbesar dialami dengan India yang didorong oleh komoditas barang bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

Sementara itu Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara dan tiga terdalam di antaranya adalah Australia sebesar 0,46 miliar dolar AS, Brasil 0,37 miliar dolar AS dan Thailand 0,34 miliar dolar AS.

Defisit terdalam dialami dengan Australia yang didorong oleh komoditas biji logam, kerak dan abu, gula dan kembang gula, serta bahan bakar mineral.

Pada November 2023, nilai ekspor Indonesia mencapai 22 miliar dolar AS atau turun tipis 0,67 persen dibandingkan Oktober tahun ini.

Ekspor migas tercatat 1,28 miliar dolar AS atau turun 6,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan untuk ekspor nonmigas tercatat 20,72 miliar dolar AS atau turun tipis 0,29 persen.

Sedangkan nilai impor Indonesia tercatat 19,59 miliar dolar AS atau naik 4,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Impor migas tercatat senilai 3,49 miliar dolar AS atau naik 8,79 persen. Sedangkan impor non-migas tercatat 16,10 miliar dolar AS atau naik 4,08 persen.

Baca juga: Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Ditutup Menguat 160 Point

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru