Senin, 19 Februari 2024

BI Lapor Posisi Investasi Internasional Capai US$252,6 Miliar

Baca Juga

Financialpost.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2023 tercatat kewajiban neto yang menurun. PII Indonesia mencatat kewajiban neto USD252,6 miliar pada akhir kuartal III/2023, turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal II/2023 sebesar US$253,8 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penurunan kewajiban neto tersebut bersumber dari penurunan posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN) yang dibarengi dengan peningkatan posisi aset finansial luar negeri (AFLN).

Tercatat, posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal III/2023 turun sebesar 0,1% (quarter-to-quarter/qtq) menjadi US$716,8 miliar dari US$717,6 miliar pada akhir kuartal II/2023.

Baca juga: BI Catat Investasi Internasional RI Turun 253,3 Miliar Dolar AS Pada Triwulan II 2023

“Posisi KFLN Indonesia menurun didorong aliran keluar modal asing pada investasi portofolio sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Erwin.

Ia menambahkan penurunan posisi KFLN berasal dari turunnya posisi kewajiban investasi portofolio dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan surat utang swasta.

Di sisi lain, posisi kewajiban investasi langsung dan investasi lainnya masih menunjukkan peningkatan seiring tetap terjaganya optimisme terhadap prospek perekonomian domestik.

“Perkembangan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah,” kata Erwin.

Sementara itu, posisi AFLN pada akhir kuartal III/2023 tercatat sebesar US$464,2 miliar, naik 0,1% qtq dari US$463,8 miliar pada akhir kuartal sebelumnya.

Peningkatan tersebut, kata Erwin, terutama disebabkan oleh naiknya posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya dalam bentuk surat utang dan pinjaman.

Sementara posisi aset cadangan devisa menurun, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai antisipasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.

PII Indonesia pada kuartal III/2023 terus mendukung ketahanan eksternal, tercermin dari rasio kewajiban neto PII Indonesia terhadap PDB yang berada di kisaran 18,6% pada kuartal III/2023, lebih rendah dari dengan kuartal sebelumnya sebesar 18,8%.

Struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang sebesar 93,9%, terutama dalam bentuk investasi langsung.

“BI meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan BI dan Pemerintah, serta otoritas terkait lainnya. Meskipun demikian, BI akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian,” tutup Erwin.

Baca juga: BPS: Surplus Neraca Perdagangan Capai US$ 2,41 Miliar

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru