Senin, 19 Februari 2024

IHSG Berpotensi Tembus 7.200, Inilah 3 Saham Yang Direkomendasikan

Baca Juga

Financialpost.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.190 pada perdagangan minggu lalu pada Jumat, 15 Desember 2023 atau menguat 0,4 persen di sepanjang minggu lalu.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani menjelaskan secara teknikal saat ini IHSG berada di area resist dan berpotensi untuk menembus level resist tersebut didukung oleh inflow asing yang besar dalam 2 hari perdagangan terakhir (total inflow dari investor asing pada 2 hari perdagangan terakhir mencapai Rp3,7 triliun)

“7.100 adalah area yang selama ini sulit ditembus sepanjang 2023,” tegasnya.

Baca juga: IHSG Naik! Simak Rekomendasi Sahamnya

Penguatan IHSG pada minggu lalu tertopang top gainers IDX Sector Energy dan IDX Sector Financials. Terkait sektor energi, jelasnya, mayoritas komoditas menguat sepanjang minggu lalu, seperti batu bara dan minyak mentah. Hal ini membuat harga saham emiten energi pun naik dan membuat sektor energi menjadi penopang untuk IHSG di minggu lalu.

Sementara itu terkait sektor perbankan, saham big banks naik seiring dengan aksi beli investor asing. Penguatan paling signifikan terjadi pada BBCA yang naik sebesar 5% di sepanjang minggu lalu.

Namun demikian, IHSG belum bergerak maksimal karena tersandera 2 sektor yang menjadi top losers yakni IDX Sector Transportation & Logistic dan IDX Sector Technology.

Menurut Dimas, sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 4,5% sepanjang minggu lalu. Leader dalam sektor ini adalah emiten GIAA yang terkena dampak trend naiknya harga avtur, membuat beban pada emiten penerbangan ini meningkat. Harga saham GIAA melemah 2,4% sepanjang minggu lalu.

Sementara itu terkait sektor teknologi, terangnya, ternyata mengalami pelemahan 1,9% sepanjang minggu lalu seiring dengan masih tingginya suku bunga saat ini. Sektor teknologi adalah sektor yang sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga.

3 Sentimen Minggu Ini

Berbicara tentang potensi market pada minggu ini (18-22 Desember 2023), Dimas mengimbau para trader untuk memperhatikan 3 sentimen yang bakal menjadi katalis IHSG. Tiga sentimen tersebut adalah RDG Bank Indonesia, Indeks Harga Belanja Personal Inti (Core PCE) AS dan aksi beli investor asing ke IHSG.

Pada pekan ini Bank Indonesia akan melakukan RDG terkait keputusan tingkat suku bunga. Diperkirakan BI masih akan menahan tingkat suku bunga di level saat ini (6%) menyusul keputusan serupa yang dilakukan oleh The Fed di pekan lalu.

Terkait Indeks Harga Belanja Personal Inti (Core PCE) AS yang akan dirilis pada minggu ini, berdasarkan konsensusnya Core PCE inti AS untuk November akan berada di level 0,2%. Ini merupakan level yang sama seperti di bulan lalu, dan menjadi katalis positif untuk market.

Sementara itu, terkait sentimen aksi beli investor asing ke IHSG, dijelaskannya bahwa pada 2 hari perdagangan terakhir asing melakukan aksi pembelian ke IHSG mencapai Rp3,7 triliun yang merupakan level pembelian terbesar di sepanjang 2023 untuk 2 hari perdagangan.

“Apabila aksi pembelian asing berlanjut di minggu ini maka IHSG berpotensi untuk menembus level resistance 7.200 dan berpeluang untuk mencetak titik tertinggi baru. Sekaligus memanfaatkan momentum window dressing yang biasa terjadi di akhir tahun,” ujarnya.

Baca juga: Inilah 3 kesepakatan yang dihasilkan dari Saham Tokopedia di beli Tiktok shop

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru