Senin, 19 Februari 2024

Survei BI: Kredit Korporasi Melambat, Penyaluran Kredit Baru Terindikasi Tumbuh

Baca Juga

Financialpost.ID – Bank Indonesia (BI) memproyeksi penyaluran kredit baru perbankan kembali tumbuh pada November 2023.

Namun demikian, laju pertumbuhan diprediksi kian melambat, seiring dengan permintaan pembiayaan yang melemah.

Berdasarkan data Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan BI, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru perbakan sebesar 70,4 persen pada November lalu. Nilai itu lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 82,1 persen.

Baca juga: Survei BI Sebut Penyaluran Kredit Meningkat 95,4% di Triwulan III 2023

“Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru ini antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono.

Ia menuturkan untuk keseluruhan triwulan IV-2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan juga diperkirakan tetap tumbuh.

Hal tersebut terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru triwulan IV-2023 hasil survei periode November 2023 yang bernilai 93,4 persen, relatif stabil dibandingkan triwulan III-2023 yang sebesar 95,6 persen.

Selain itu, pembiayaan korporasi pada November 2023 juga terindikasi tumbuh positif. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 14,9 persen.

Erwin mengatakan pertumbuhan kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada sektor konstruksi.

Sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik, pinjaman/utang dari perusahaan induk, serta pembiayaan dari perbankan dalam negeri.

Selanjutnya, kebutuhan pembiayaan korporasi tiga bulan yang akan datang diproyeksikan tetap tumbuh dengan SBT 27,3 persen, meski tidak setinggi periode sebelumnya.

Pertumbuhan pembiayaan korporasi itu terutama digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan membayar kewajiban jatuh tempo yang tidak bisa di-rollover.

Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru pada November 2023 terindikasi sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, dengan mayoritas pembiayaan berasal dari bank umum.

Selain perbankan, sumber pembiayaan yang menjadi preferensi rumah tangga antara lain koperasi dan leasing.

Baca juga: BI Lapor Posisi Investasi Internasional Capai US$252,6 Miliar

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru