Selasa, 20 Februari 2024

BI Catat Uang Beredar Tumbuh Rp8,573 di November 2023

Baca Juga

Financialpost.ID – Bank Indonesia (BI) menyampaikan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) melanjutkan tren positif pada November 2023 atau 3 bulan menjelang Pemilu 2024.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melaporkan posisi M2 tembus di angka Rp8.573,6 triliun atau tumbuh 3,3% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Erwin menilai pertumbuhan tersebut relatif stabil dari bulan sebelumnya yang tumbuh 3,4% (yoy) ke angka Rp8.505,4 triliun. Artinya, dalam kurun waktu satu bulan, peredaran M2 naik senilai Rp68,2 triliun.

Baca juga: BI Lapor Uang Beredar Tembus Rp8.505,4 Triliun di Oktober 2023

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit [M1] sebesar 2,0% yoy dan uang kuasi sebesar 4,9% yoy,” ujarnya.

Perkembangan M2 pada November 2023 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

Selanjutnya, penyaluran kredit pada November 2023 tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen (yoy). Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat terkontraksi sebesar 15 persen (yoy), setelah terkontraksi sebesar 11,7 persen (yoy) pada Oktober 2023.

Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 0,3 persen (yoy), setelah tumbuh sebesar 6,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2023 tumbuh positif mencapai Rp8.505,4 triliun. Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 7,8 persen (yoy).

Baca juga: Tekan Beban Keuangan, Waskita Karya PHK 500 Karyawan

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru