Selasa, 20 Februari 2024

Jelang Akhir Tahun, Rupiah Menguat 54 Point

Baca Juga

Financialpost.ID – Dalam penutupan pasar kemarin sore, mata uang rupiah ditutup menguat 54 point walaupun sebelumnya sempat menguat 65 point dilevel Rp15.430 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.484.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk perdagangan hari ini , mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp15.400 – Rp15.470.

Baca juga: The Fed: Penurunan Suku Bunga Lebih Awal, Rupiah Melemah 30 Point

“Pasar optimis, perekonomi Indonesia akan tumbuh lebih kuat pada 2024, sebesar 5,2%, dibandingkan dengan tahun ini yang diproyeksikan tumbuh 5%,” ujarnya.

Sedangkan membaiknya pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh permintaan domestik yang kuat sejalan dengan kepercayaan konsumen yang tinggi dan dorongan dari pengeluaran terkait Pemilu.

Selain itu, pembangunan proyek strategis nasional, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN), juga pemulihan permintaan eksternal secara bertahap, diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

“sinergi kebijakan yang kuat di antara para pembuat kebijakan tetap harus dijaga untuk menjaga stabilitas dan mendukung kegiatan ekonomi,” katanya.

Kemudian, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan ekonomi dengan meningkatkan suku bunga kebijakan, mengelola volatilitas nilai tukar, dan meningkatkan pendalaman pasar keuangan, terutama guna menjaga ekspektasi inflasi dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

BI juga melanjutkan implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan memperkuat Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan menurunkan persyaratan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) untuk mendorong penyaluran kredit perbankan kepada dunia usaha.

Di sisi lain, pemerintah mencatat penerimaan yang lebih baik, sejalan dengan belanja yang ditingkatkan. Pemerintah juga menjaga defisit fiskal pada tingkat yang rendah.

Serta penerapan awal paket reformasi perpajakan yang komprehensif berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) berkontribusi pada konsolidasi fiskal yang lebih cepat dari yang diperkirakan dalam 2 tahun terakhir.

Baca juga: Penutupan Pasar, Rupiah Melemah Dilevel Rp15.511

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru