Selasa, 20 Februari 2024

Ekonom Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,2 Persen di 2024

Baca Juga

Financialpost.ID – Kemarin ekonom begitu optimis tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024, bahkan bisa mencapai 5,2 persen.

Namun, ada juga ekonom yang menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 ada potensi terjadi stagnasi,bahkan mungkin sedikit melambat walaupun tidak besar.

Faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah perlambatan ekonomi global. Hal tersebut terlihat dari melemahnya permintaan ekspor Indonesia, terutama dari China, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, sehingga ekonomi tidak bertumbuh tinggi.

Baca juga: Prediksi Ekonomi 2024: Global Turun, Indonesia Tumbuh Melambat

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan Selain itu, faktor domestik yang memengaruhi ialah daya beli masyarakat Indonesia yang melemah, yang juga menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi.

“Walaupun pemerintah menyiapkan bantuan sosial untuk masyarakat untuk menjaga daya beli, nilai bansos yang diberikan kepada masyarakat itu tidak cukup untuk meningkatkan daya beli,” ujar Ibrahim.

Oleh karena itu,ada beberapa kebijakan yang perlu dilakukan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5 persen pada tahun depan.

Pertama, pemerintah perlu memperkuat ekonomi domestik dengan mengurangi impor dan meningkatkan ekspor ke negara-negara yang pertumbuhan ekonominya masih bagus.

Kedua, pemerintah perlu meningkatkan daya beli masyarakat melalui efektivitas bantuan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan penyediaan fasilitas pendukung.

Ketiga, adanya momentum tahun politik pada 2024, pemerintah bisa memanfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Momentum ini harus dikawal agar nantinya terjadi perbaikan di perekonomian Indonesia agar lebih baik lagi.

Dalam penutupan pasar sore kemarin (28/12/2023), mata uang rupiah ditutup menguat 12 point walaupun sebelumnya sempat menguat 30 point dilevel Rp15.417 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.430.

Sedangkan untuk perdagangan harini , mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp15.360 – Rp15.440.

Ibrahim menambahkan Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang rivalnya, jatuh ke level terendah baru dalam lima bulan di 100,76.

“Indeks ini berada di jalur penurunan sebesar 2,6% tahun ini, menghentikan kenaikan kuat selama dua tahun berturut-turut,” katanya.

Fokus investor tetap tertuju pada waktu penurunan suku bunga Federal Reserve, dengan pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 88% pada bulan Maret 2024, menurut alat CME FedWatch. Kontrak berjangka menyiratkan lebih dari 150 basis poin pelonggaran The Fed tahun depan.

Namun beberapa analis masih tidak yakin bank sentral AS akan bertindak begitu agresif. Dan kami masih percaya bahwa perubahan kebijakan menuju pelonggaran pada bulan Maret terlalu dini dan ada potensi kenaikan dolar jika dan ketika tindakan tersebut tidak terwujud.

Baca juga: Hadapi Tantangan Geopolitik dan Ekonomi, Wamenkeu Serukan Pentingnya Reformasi Kebijakan

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru