Selasa, 20 Februari 2024

Pengamat Proyeksikan Kurs Rupiah di 2024

Baca Juga

Financialpost.ID – Pengamat Koomoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan Secara keseluruhan saya melihat factor pemangkasan suku  bunga oleh bank2 sentral utama dunia terutama the Fed akan paling dominan, diharapkan akan meredakan tekanan pada Tingkat suku  bunga negara emerging seperti Indonesia.

“Siklus pemangkasan suku bunga juga diharapkan akan memicu sentiment risk on dan mendukung mata uang beresiko,” ujarnya kepada financialpost.id saat dihubungi.

Baca juga: Jelang Pilpres, Rupiah Menguat Dilevel Rp15.399

Ia mengungkapkan, rupiah diperkirakan akan lebih baik di tahun 2024 dan berpotensi menguat. Namun seberapa besar penguatan akan tergantung pada kebijakan BI.

Penguatan besar pada mata uang juga bisa menjadi beban pada ekonomi. Di sisi lain, BI mungkin melihat kebutuhan untuk meningkatkan cadangan devisa yang terpakai cukup banyak untuk intervensi di tahun 2023.

“BI juga mungkin melihat momentum yang tepat, dibantu dengan revisi pp dhe, cadangan devisa akan bisa naik lebih tinggi,” katanya kepada financialpost.id.

Resiko politik dari pilpres 2024 juga perlu dipertimbangkan, namun saya tidak dapat menyimpulkannya untuk saat ini apakan akan buruk atau baik.

Ekonomi China sendiri diperkirakan akan tumbuh lebih rendah tahun depan, hal ini tentunya negative buat harga komoditas dan rupiah.

Ekonomi di AS setelah terhindar dari resesi tahun ini, masih ada kemungkinan mengalami resesi namun ringan tahun depan. Ekonomi global sendiri diperkirakan akan tumbuh sedikit lebih lambat dari tahun lalu.

“Jadi 2024 sangat panjang dan penuh ketidakpastian, dari pandangan ekonomi ada satu hal yang akan berubah total adalah kebijakan bank sentral yg lebih longgar oleh menurunnya tekanan inflasi. Bayak sekali factor yang bisa menggerakan rupiah, mungkin ada hal2 lain yg sy terlewatkan, namun point2 di atas menurut saya adalah yang paling penting,” ujarnya.

Baca juga: BI Terbitkan Masukan Masyarakat Atas Pengembangan Rupiah Digital 

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru