Selasa, 20 Februari 2024

Sri Mulyani: APBN Defisit Rp347,6 Triliun Sepanjang 2023

Baca Juga

Financialpost.ID – Anggaran Pendapatan dan Keuangan Negara (APBN) catat defisit sebesar Rp347,6 triliun pada akhir 2023.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa defisit APBN tersebut setara dengan 1,65% dari produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Sri Mulyani Akui Penguatan Dolar AS Dorong Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Beliau mengatakan defisit APBN 2023 lebih rendah dibandingkan dengan target awal APBN yang sebesar 2,84% dari PDB dan target Perpres No. 75/2023 sebesar 2,27% dari PDB.

“Pada 2022 kita lihat kondisinya sudah mulai konsolidasi, 2023 ini konsolidasinya jauh lebih cepat,” katanya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (2/1/2024).

Defisit APBN ini mencerminkan pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan dengan pengeluaran pemerintah.

Adapun keseimbangan primer APBN 2023 surplus mencapai Rp92,2 triliun

Keseimbangan primer adalah total pendapatan negara dikurangi anggaran belanja negara, di luar pembayaran bunga utang.

Sri Mulyani mengatakan defisit APBN 2023 ini disebabkan pendapatan negara yang mencapai Rp2.774,3 triliun. Jumlah ini mencapai 112 persen persen dari target APBN.

Sementara, belanja negara telah mencapai Rp3.121,9 triliun. Menurutnya, realisasi belanja semakin optimal dalam menyerap pagu yang ditetapkan.

Sementara, belanja negara telah mencapai Rp3.121,9 triliun. Menurutnya, realisasi belanja semakin optimal dalam menyerap pagu yang ditetapkan.

Baca juga: Kemenkeu Ungkap Operator Telekomunikasi Keberatan Dengan PNBP

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru