Senin, 19 Februari 2024

Rupiah Melemah Tipis, Bank Sentral Terlalu Membatasi

Baca Juga

Financialpost.ID – Dalam penutupan pasar tahun baru, mata uang rupiah ditutup melemah tipis 9 point walaupun sebelumnya sempat melemah 70 point  dilevel Rp15.490 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.481.

“Sedangkan untuk perdagangan besok , mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp15.470- Rp15.550,” ujar analis sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Baca juga: Penutupan Pasar Tahun Baru, Rupiah Ditutup Melemah 11 Point

Risalah pertemuan kebijakan The Fed bulan Desember yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan para pejabat yakin bahwa inflasi telah terkendali dan khawatir terhadap risiko kebijakan moneter bank sentral yang “terlalu membatasi” terhadap perekonomian.

Ibrahim mengungkapkan, tidak ada petunjuk pasti mengenai kapan The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya, dan para pengambil kebijakan masih melihat perlunya pembatasan suku bunga untuk beberapa waktu ke depan.

Data terpisah yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi lebih lanjut pada bulan Desember, meskipun laju penurunannya melambat, sementara lowongan pekerjaan AS turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan November, menunjukkan berkurangnya kondisi pasar tenaga kerja.

“Data terbaru yang menunjukkan melemahnya perekonomian AS terus mendukung spekulasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini seiring dengan terkendalinya inflasi,” ujar Ibrahim.

Namun, meningkatnya ekspektasi terhadap skenario soft-landing di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini telah membuat para pedagang terpecah mengenai kecepatan dan skala pelonggaran dari bank sentral AS.

Penilaian pasar saat ini menunjukkan sekitar 72% kemungkinan bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya pada bulan Maret, dibandingkan dengan peluang 90% pada minggu lalu, menurut alat CME FedWatch.

Laporan nonfarm payrolls AS yang diawasi ketat akan dirilis pada hari Jumat, yang kemungkinan akan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai seberapa besar ruang yang dimiliki The Fed untuk menurunkan suku bunganya.

“Dalam bidang geopolitik, Hizbullah di Lebanon dan tentara Israel membuat pernyataan yang menunjukkan bahwa kedua musuh tersebut ingin menghindari risiko penyebaran perang lebih lanjut di luar Jalur Gaza, setelah serangan pesawat tak berawak menewaskan seorang wakil pemimpin Hamas Palestina di Beirut,” tutup Ibrahim.

Baca juga: Analis Bocorkan Faktor Yang Mempengaruhi Rupiah 2024

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru