Selasa, 20 Februari 2024

Inflow Asing Berpotensi Berlanjut, Inilah Rekomendasi Saham untuk Trading

Baca Juga

Financialpost.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,12% ke level 7.350 pada minggu lalu Jumat, 5 Januari 2023.

Community Lead IPOT, Angga Septianus menjelaskan pergerakan IHSG pada minggu lalu terpengaruh 4 sentimen yakni PMI Indonesia, inflasi Indonesia, tarif bea masuk impor batubara China dan aksi beli asing.

Angga menjelaskan PMI Indonesia naik menjadi 52,2 pada Desember 2023. Angka ini naik tipis dibandingkan dengan capaian November 2023 yang berada pada level 51,7.

Baca juga: Mengenal Margin Trading Saham Beserta Risikonya Sebelum Berinvestasi

“PMI Indonesia masih berada dalam fase ekspansif selama 28 bulan terakhir. S&P Global menjelaskan peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan produksi dan peningkatan jumlah tenaga kerja,” ujarnya.

Selanjutnya terkait inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,61% yoy dan 0,41 mom dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116, 56. Tingkat inflasi Desember 2023 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar di Desember 2023 secara yoy adalah makanan, minuman dan tembakau dengan adil inflasi sebesar 1,60%.

Sementara itu terkait penerapan tarif bea masuk impor batubara China, terang Angga, China mengambil kebijakan untuk kembali mengenakan tarif bea masuk atau pungutan impor batubara dari Rusia, Mongolia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2024.

Di sisi lain, pemberlakuan bea impor batubara dipastikan tidak berpengaruh bagi Indonesia krn adanya ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA).

ACFTA tersebut berlaku sejak 2015. Selain itu batubara Indonesia pada porsi total impor China juga mengalami peningkatan. Kualitas Batubara Rusia umumnya di kalori tinggi berbeda dengan Batubara dari Indonesia yang umumnya kualitas kalori menengah dan rendah.

Sentimen terkahir pada minggu lalu adalah aksi beli asing yang masif. Angga menjelaskan asing masuk sangat deras ke IHSG terutama saham perbankan 2,7 Triliun dalam seminggu seiring terjadinya January Effect di tengah sentimen penurunan suku bunga global yang akan terjadi di tahun ini.

Sementara sentimen minggu ini yang wajib diperhatikan para trader, yakni inflasi AS yang diprediksi turun tipis ke 3% dengan inflasi inti tetap di level 4% dan potensi berlanjutnya aksi beli asing di IHSG.

Baca juga: IHSG Berpotensi Tembus 7.200, Inilah 3 Saham Yang Direkomendasikan

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru