Senin, 19 Februari 2024

Rupiah Menguat Dilevel Rp15.520, Dolar AS Menurun

Baca Juga

Financialpost.ID – Kurs mata uang rupiah pada akhir perdagangan Selasa meningkat saat investor menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk melihat prospek penurunan suku bunga acuan AS.

“Para pedagang tetap sangat bias terhadap dolar AS menjelang data indeks harga konsumen utama yang dirilis pada hari Kamis (11/1) ini,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Menguatnya Data Nonfarm Payrolls AS, Rupiah Melemah Jadi Rp15.525

Dalam penutupan pasar tahun baru, mata uang rupiah ditutup menguat 5 point walaupun sebelumnya sempat menguat 15 point dilevel Rp15.520 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.525.

“Sedangkan untuk perdagangan besok , mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp15.490 – Rp15.550,” ujar Ibrahim.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia di 2023 mencapai USD146,4 miliar, melonjak USD8,3 miliar dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2023 sebesar USD138,1 miliar.

Peningkatan cadangan devisa tersebut sejalan dengan sentimen pasar terkait prospek penurunan suku bunga dari bank sentral global terutama The Fed yang berdampak terhadap penguatan Rupiah sebesar 0,73 persen secara bulanan (mtm) atau 1,10 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp15.396 per dolar AS.

Setelah siklus kenaikan suku bunga yang agresif sejak awal tahun 2022, pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada kuartal pertama 2024, sejalan dengan penurunan inflasi secara bertahap dan indikasi soft landing di AS.

Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh secara tahunan sebesar 4,9 persen pada kurtal ketiga 2023, lebih rendah dari 5,2 persen pada perkiraan kedua. Oleh karena itu, sentimen tersebut telah memberikan dampak positif bagi pasar keuangan domestik.

Sebagai informasi tambahan, selama Desember 2023, net inflow asing di pasar saham dan obligasi masing-masing tercatat sebesar Rp7,7 triliun dan Rp8,2 triliun. Imbal hasil 10 tahun pemerintah Indonesia juga turun sebesar 19,0 bps month to date (mtd) menjadi 6,52 persen.

Baca juga: Penutupan Rupiah Melemah 25 Point, Dilevel Rp15.516

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

Berita Terbaru